Materi dan Atom
Semua benda yang mengisi
dan membentuk dunia ini yang dapat
dilihat dengan pancaindra disebut materi atau zat. Secara umum materi
dikelompokkan menjadi tiga yaitu padat, cair dan gas.


Gambar 1. Bentuk materi dan struktur
Suatu
benda bila kita pecah tanpa meningggalkan sifat aslinya akan kita
dapatkan partikel yang disebut molekul. Molekul kalau kita pecah lagi akan kita
dapatkan beberapa atom. Jadi atom
adalah bagian terkecil dari suatu partikel/benda.


Gambar 2. Struktur
Atom
Atom terdiri dari inti (nucleus) yang dikelilingi oleh elektron yang
berputar mengelilingi inti pada orbitnya masing-masing seperti susunan tata
surya. Inti atom sendiri terdiri dari proton dan netron. Proton dan netron
ternyata memiliki muatan listrik, dimana proton memiliki muatan (+) dan
elektron memiliki muatan ( - ), sedangkan neutron tidak memiliki muatan atau
netral. Atom yang memiliki
jumlah proton dan elektron yang sama, dikatakan bermuatan netral. Sesuai dengan
hukum alam, atom akan terjadi tarik menarik antara nucleus sehingga elektron
akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing.
Elektron Bebas
Elektron-elektron yang orbitnya paling
jauh dari inti, memiliki daya tarik menarik yang lemah terhadap inti. Elektron-elektron ini bila terkena gaya dari luar, misalnya panas, gesekan atau
reaksi kimia akan cenderung lepas dari ikatannya dan pindah ke atom lain.
Elektron-elektron yang mudah berpindah ini disebut elektron bebas (free electron), gerakan dari elektron
bebas inilah yang menghasilkan bermacam-macam fenomena kelistrikan (seperti
loncatan bunga api, cahaya, pembangkitan panas, pembangkitan magnet dan reaksi
kimia).

Gambar 3. Elektron bebas
LISTRIK
Listrik merupakan salah
satu energi yang banyak digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan atau
mesin. Energi listrik tidak dapat dilihat secara langsung, namun dampak atau
akibat dari energi listrik dapat dilihat seperti sinar atau cahaya bola lampu,
dirasakan seperti saat orang tersengat listrik, dibauh seperti bauh dari kabel
yang terbakar akibat hubung singkat, didengar seperti suara bel atau radio.

Gambar
4. Efek listrik
Listrik merupakan sumber energi yang paling mudah dikonversi menjadi
energi yang lain, sehingga sebagian besar komponen sistem kelistrikan otomotif
merupakan konversi energi listrik menjadi energi yang dikehendaki. Contoh komponen
kelistrikan:
1) Baterai merubah energi listrik
menjadi energi kimia
2) Motor starter merubah energi listrik
menjadi energi gerak
3) Lampu merubah energi listrik menjadi
cahaya dan panas
4) Pematik rokok merubah energi listrik
menjadi panas
5) Solenoid merubah energi listrik
menjadi magnet, dan sebagainya.
Jenis
Listrik
Listrik dapat dikelompokkan menjadi
dua kelompok besar yaitu:
Listrik
Statis
Listrik statis merupakan
suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing,
tidak bergerak hanya berkumpul dipermukaan benda tersebut. Listrik statis dapat
dibangkitkan dengan cara menggosokkan sebuah gelas kaca dengan kain sutra.
Setelah digosok gelas kaca akan bermuatan positip dan kain sutra akan bermuatan
negatip.

Gambar 5.
Listrik statis
Listrik
Dinamis
Listrik dinamis merupakan
suatu keadaan terjadinya aliran elektron bebas dimana elektron ini berasal dari
elektron yang sudah terpisah dari inti masing-masing. Elektron bebas tersebut
bergerak bolak-balik melewati suatu penghantar.
![]() |
![]() |
||||
![]() |
![]() |
Gambar
6. Listrik
dinamis a) Tipe DC b). Tipe AC
Listrik dinamis
dikelompokkan menjadi dua yaitu listrik arus searah (Direct Current) dan arus bolak-balik (Alternating Current). Listrik arus searah elektron bebas bergerak
dengan arah tetap, sedangkan listrik arus bolak-balik elektron bergerak
bolak-balik bervariasi secara periodik
terhadap waktu. Baterai merupakan sumber
listrik arus searah, sedangkan
alternator merupakan sumber arus bolak-balik.
Materi selebihnya dapat diunduh di link : [Download]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar