Materi selebihnya dapat diunduh pada link Download
1.
Sistem starter
Fungsi motor starter
Mesin
kendaraan tidak dapat hidup dengan sendirinya tanpa adanya alat penggerak
tenaga dari luar sebagai penggerak awal terjadinya proses pada motor bakar.
Sistem stater pada motor bakar dipasangkan berfungsi sebagai penggerak awal
sehingga mesin dapat melakukan proses pembakaran didalam ruang bakar. Motor
stater sebagai penggerak mula harus dapat mengatasi tahanan-tahanan motor misalnya :
-
Tekanan kompresi
-
Gesekan pada
semua bagian yang bergerak
-
Hambatan dari
minyak pelumas , sewaktu masih dingin kekentalannya
Prinsip dasar motor starter
Pada kumparan yang dialiri arus listrik,
maka pada init kumparan itu akan timbul medan magnet. Motor stater terdiri dari
kumparan jangkar ( armature coil) yang ujungnya terdapat komutator, kumparan
medan ( field coil ) yang terdapat inti besi yang mampu berubah menjadi magnet
karena pengaruh aliran listrik yang diberikan.
Field
coil dan armature coil dirangkai secara
seri dan dihubungkan dengan arus baterai melalui komutator, maka pada
armature coil akan berubah menjadi magnet dan pada field coil juga akan berubah
menjadi magnet. Magnet dari inti kumparan tersebut sama, maka akan saling menolak . Hal ini akan dapat menghasilkan putaran pada armature coil. Armature coil tersusun dari beberapa
kumparan, maka putaran yang dihasilkan akan menjadi
besar.
Dengan demikian kemampuan putar dan
tingginya putaran motor stater ditentukan oleh beberapa faktor meliputi :
-
Besarnya gaya
magnet pada field coil.
-
Besar arus
listrik yang mengalir pada kumparan.
-
Banyaknya
kumparan pada armature coil.
Untuk menghasilkan putaran yang tinggi
sekarang banyak dikembangkan motor stater dengan empat buah sikat arang yang
dihubungkan ke armature coil dari sumber arus yaitu
dua sikat positif dan dua sikat negatif.
Komponen
motor stater
Motor stater terdiri dari beberapa komponen meliputi :
- Yoke
Yoke berfungsi sebagai tempat mengikat pole core.
Yoke dibuat dari besi/logam berbentuk silinder dan
sekaligus merupakan rumah armature
- Pole core
Pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan
merupakan medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.
Pada umumnya setiap starter mempunyai 4 buah pole core yang diikatkan pada yoke dengan di
sekrup
- Field Coil
Berfungsi untuk menghasilkan medan
magnet pada starter. Field coil
disambungkan secara seri dengan armature coil, agar arus yang melewati field
coil juga mengalir ke armature coil.

- Armature Coil
Tersusun dari armature core, armature
shaft, komutator, armature coil dan bagian
lainnya. Pada armature coil ini akan dapat mengubah energi
listrik menjadi magnet dan diubah menjadi energi gerak putar pada poros
armature.
- Gigi Pinion
Berfungsi sebagai penghubung putaran
poros armature dengan gigi fly wheel sehingga putaran armature shaft dapat dipindahkan ke poros
engkol sehingga mesin dapat melakukan langkah kerja.
- Over Running Clutch
Over running clutch berfungsi untuk mencegah terjadinya putaran yang
berlebihan pada motor stater. Karena putaran mesin setelah hidup akan melebihi putaran motor stater.

- Driver lever
Berfungsi untuk mendorong gigi pinion
kearah gigi fly wheel agar dapat berkaitan dan juga menarik
gigi pinion untuk terlepas dari fly wheel
- Sikat-sikat
Motor stater biasanya dilengakpi dengan
4 buah sikat , dua buah diikatkan pada pemegang yang diisulator dan
disambungkan dengan armature coil melalui komutator . Sedangkan yang dua sikat diikat pada pemegang yang
dihubungkan dengan masa bodi motor starter.
- Magnetic Switch
Magnetic switch merupakan komponen motor
stater yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus dari baterai ke
motor starter dengan kemagnetan. Magnetic switch terdiri dari
solenoid, inti magnet,plunger, pegas pengembali, kontak plat dan terminal.

Selenoid terdiri dari dua kumparan
yaitu, kumparan yang berfungsi sebagai penarik (pull in coil) dan kumparan yang
berfungsi sebagai penahan (hold in coil).
Dan kedua kumparan ini akan menggerakkan plunger sehingga kontak plat
akan menghubungkan antara terminal 30 dengan terminal C, serta menarik drive
lever sehingga menghubungkan gigi pinion dengan fly whell. Pada solenoid terdapat 3 terminal, meliputi
terminal 50, terminal 30, dan terminal C.
Cara Kerja
Motor Stater
a. Pada saat kunci kontak posisi On / ST
Materi selebihnya dapat diunduh pada link Download
Tidak ada komentar:
Posting Komentar