Rabu, 23 Januari 2019

Materi Starter dan Pengisian

MATERI SISTEM STARTER DAN SISTEM PENGISIAN

Materi selebihnya dapat diunduh pada link Download


1.       Sistem starter
Fungsi motor starter
       Mesin kendaraan tidak dapat hidup dengan sendirinya tanpa adanya alat penggerak tenaga dari luar sebagai penggerak awal terjadinya proses pada motor bakar. Sistem stater pada motor bakar dipasangkan berfungsi sebagai penggerak awal sehingga mesin dapat melakukan proses pembakaran didalam ruang bakar. Motor stater sebagai penggerak mula harus dapat mengatasi tahanan-tahanan motor misalnya :
-       Tekanan kompresi
-       Gesekan pada semua bagian yang bergerak
-       Hambatan dari minyak pelumas , sewaktu masih dingin kekentalannya

Prinsip dasar motor starter
Pada kumparan yang dialiri arus listrik, maka pada init kumparan itu akan timbul medan magnet. Motor stater terdiri dari kumparan jangkar ( armature coil) yang ujungnya terdapat komutator, kumparan medan ( field coil ) yang terdapat inti besi yang mampu berubah menjadi magnet karena pengaruh aliran listrik yang diberikan.
         Field coil dan armature coil dirangkai secara  seri dan dihubungkan dengan arus baterai melalui komutator, maka pada armature coil akan berubah menjadi magnet dan pada field coil juga akan berubah menjadi magnet. Magnet dari inti kumparan tersebut sama, maka akan saling menolak . Hal ini akan dapat menghasilkan putaran pada armature coil. Armature coil tersusun dari beberapa kumparan, maka putaran yang dihasilkan akan menjadi besar.
Dengan demikian kemampuan putar dan tingginya putaran motor stater ditentukan oleh beberapa faktor meliputi :
-       Besarnya gaya magnet pada field coil.
-       Besar arus listrik yang mengalir pada kumparan.
-       Banyaknya kumparan pada armature coil.
Untuk menghasilkan putaran yang tinggi sekarang banyak dikembangkan motor stater dengan empat buah sikat arang yang dihubungkan ke armature coil dari sumber arus yaitu dua sikat positif dan dua sikat negatif.

Komponen motor stater
Motor stater terdiri dari beberapa komponen meliputi :
  1. Yoke
Yoke berfungsi sebagai tempat mengikat pole core.
Yoke dibuat dari besi/logam berbentuk silinder dan sekaligus merupakan rumah armature
  1. Pole core
Pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan merupakan medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.
Pada umumnya setiap starter mempunyai 4 buah pole core yang diikatkan pada yoke dengan di sekrup


  1. Field Coil
Berfungsi untuk menghasilkan medan magnet pada starter. Field coil disambungkan secara seri dengan armature coil, agar arus yang melewati field coil juga mengalir ke armature coil.

  1. Armature Coil
Tersusun dari armature core, armature shaft, komutator, armature coil dan bagian lainnya. Pada armature coil ini akan dapat mengubah energi listrik menjadi magnet dan diubah menjadi energi gerak putar pada poros armature.

  1. Gigi Pinion
Berfungsi sebagai penghubung putaran poros armature dengan gigi fly wheel sehingga putaran armature shaft dapat dipindahkan ke poros engkol sehingga mesin dapat melakukan langkah kerja.

  1. Over Running Clutch
Over running clutch berfungsi untuk mencegah terjadinya putaran yang berlebihan pada motor stater. Karena putaran mesin setelah hidup akan melebihi putaran motor stater.
  1. Driver lever
Berfungsi untuk mendorong gigi pinion kearah gigi fly wheel agar dapat berkaitan dan juga menarik gigi pinion untuk terlepas dari fly wheel

  1. Sikat-sikat
Motor stater biasanya dilengakpi dengan 4 buah sikat , dua buah diikatkan pada pemegang yang diisulator dan disambungkan dengan armature coil melalui komutator . Sedangkan yang dua sikat diikat pada pemegang yang dihubungkan dengan masa bodi  motor starter.

  1. Magnetic Switch
Magnetic switch merupakan komponen motor stater yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus dari baterai ke motor starter dengan kemagnetan. Magnetic switch terdiri dari solenoid, inti magnet,plunger, pegas pengembali, kontak plat dan terminal.
Selenoid terdiri dari dua kumparan yaitu, kumparan yang berfungsi sebagai penarik (pull in coil) dan kumparan yang berfungsi sebagai penahan (hold in coil).  Dan kedua kumparan ini akan menggerakkan plunger sehingga kontak plat akan menghubungkan antara terminal 30 dengan terminal C, serta menarik drive lever sehingga menghubungkan gigi pinion dengan fly whell.  Pada solenoid terdapat 3 terminal, meliputi terminal 50, terminal 30, dan terminal C.

Cara Kerja Motor Stater
a.       Pada saat kunci kontak posisi On / ST

Materi selebihnya dapat diunduh pada link Download

Tidak ada komentar:

Posting Komentar