1.
Uraian
materi
Kenyamanan berkendaraan
merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun
penumpang. Namun demikian, kendaraan akan selalu mengalami getaran atau
goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang
tidak rata. Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan
perlu dilengkapi dengan sistem suspensi.

Apabila
salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan, maka akan terjadi hal
yang tidak diharapkan. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat
dicapai.
Sistem
suspensi menghubungkan axle dan body dan mencegah penyaluran getaran dan impact
secara langsung dari permukaan jalan ke kendaraan swlama beroperasi, sehingga
mencegah kerusakan terhadap body dan cargo, dan juga membantu menyamankan
pengendaraan.
Sistem
suspensi berperan meneruskan gaya gerak dari roda – roda penggerak atau daya pengereman ke masing – masing roda
atau gaya centrifugal, dan sebagainya, pada belokan , ke body , an menstabilkan
kondisi perjalanan terhadap keadaan permukaan jalan yang beragam.
Sistem
suspensi terletak diantara kendaraan dan roda – roda , dan dirancang untuk
menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenikmatan dan
stabilitas berkendaraan serta memperbaiki kemampuan cengkram roda terhadap jalan. Suspensi
terdiri dari pegas , shock arbsorber , stabilizer dan sebagainya . Pada umumnya
suspensi dapat digolongkan menjadi suspensi tipe rigrid ( rigrid axle suspension ) dan tipe bebas (
independent suspension ).
Suspensi
menghubungkan body kendaraan dengan roda – roda dan berfungsi sebagai beerikut
:
-
Selama
berjalan , kendaraan secara bersama – sama dengan roda , menyerap getaran ,
oskilasi dan kejutan dari permukaan jalan , hal ini untuk melindungi penampung
dan barang agar aman , serta menambah kenyamanan dan stabilitas
-
Memindahkan
gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda
– roda
-
Menopang
body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda- roda.
Persyaratan Suspensi
:
a.
Dapat mengurangi vibrasi dan tumbukan
Dapat melindungi body, penumpang dan muatan
b.
Dapat menyalurkan tenaga
dorong dan tenaga pengereman
Dapat menjaga roda agar posisinya benar selaras dengan
bodynya seperti ditentukan sebelumnya
c.
Dapat menjaga kemampuan
untuk bergerak
Pada umumnya sistem
suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu :
A.
Suspensi
Independen
B.
Suspensi
Rigid
A. SUSPENSI INDEPENDEN
Konstruksi dan kerja
jenis ini adalah roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara
terpisah, sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari
permukaan jalan.
KONSTRUKSI INDEPENDEN DEPAN
Ada dua macam
konstruksi suspensi independent depan yaitu :
1)
suspensi
wishbone
2)
suspensi
mac person
Suspensi wishbone
Macam – macam suspensi
wishbone
a)
Suspensi
wishbone pegas coil
Suspensi jenis ini
menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan
lengan atas (upper arm)
|

Kerjanya :
Bila roda-roda depan
menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower
arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai
dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan)
b)
Suspensi
wishbone pegas torsi
Suspensi wishbone
menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower
arm ) dan kerangka kendaraan.
|

Kerjanya :
Bila roda-roda depan
menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper
arm melalui knuckle kemudi. Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan
kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan
kerangka (frame). Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi
maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang
dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan.
Suspense Mac Pherson
Pada suspensi ini
pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan
lengan bawah (lower arm ) sebagai dudukan komponennya.
Ada dua macam
konstruksi suspensi mac pherson yaitu :
a.
Suspensi
mac pherson lengan “melintang”
Suspensi jenis ini
mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus , salah satu ujung lengan
bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain
dipasangkan pada kerangka kendaraan.
|

.
b.
Suspensi
mac person lengan “L”
Suspensi jenis ini
mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk “L” yang digunakan pada roda
sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine).
|

Kerjanya :
Bila roda-roda
belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower
arm “L” mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil
yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus
proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran
dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm “L” dengan rangka (frame)
kendaraan.
KONSTRUKSI INDEPENDEN BELAKANG
Suspensi jenis ini
roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah, sehingga
roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan.
Ada dua macam
konstruksi suspensi independent belakang yaitu :
1)
Suspensi
mac pherson penggerak roda depan
2)
Suspensi
mac pherson penggerak roda belakang
1) Suspensi mac pherson penggerak roda depan
Suspensi jenis ini
dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar)
|

Kerjanya :
bila roda-roda
belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm
yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang
dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus
proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran
dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan.
2) Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi
Suspensi jenis ini
menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk “ U “ yang didalamnya dipasangkan
batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda.
|

Kerjanya :
Bila roda-roda
belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros,
lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun
terhadap rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus
proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama
dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka
(frame) kendaraan.
3) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang
Suspensi jenis ini
dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas
bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Suspensi ini juga disebut
aksel berayun.
|

Kerjanya :
Bila roda-roda
belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan
upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan .
Untuk memperhalus
proses pemegasan pegas koil dan ayunan
(oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang
antara lower arm dengan rangka (frame).
B. SUSPENSI RIGID
Konstruksi jenis
suspensi rigid
1)
Jenis
suspense rigid roda depan
Suspensi jenis ini
biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa
pejal berbentuk I. Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros
tunggal. Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan,sedangkan
pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman.

Bagian ujung poros
ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros king pin .
Ada empat jenis
knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu :
a.
Jenis
Reverse Eliot
|

b.
Jenis
Eliot
|

c.
Jenis
Lemoine
|

d.
Jenis
Marmon
|

Kerjanya :
Bila roda-roda depan
menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit yang
berbentuk “ I “ hingga mengakibatkan
pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati
lurus ( pemegasan pegas daun).
Untuk memperhalus
proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka
dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame).
2)
Jenis
suspensi rigit roda belakang
Suspensi jenis ini
biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros.
Ada dua jenis pegas
yang digunakan pada jenis ini yaitu :
a.
Pegas
Daun

Pada umumnya pegas
daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang, sehingga
tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang
berputar dalam rumah.
Sedangkan beban
kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui
pegas daun.
Kerjanya :
Bila roda-roda
belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros
belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah
bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya
dilengkapi dengan ayunan pegas
Untuk memperhalus
proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi
peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame).
b.
Pegas
koil

Poros kaku dengan
pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus, tetapi
tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping.
Apabila pegas koil
digunakan pada suspensi belakang, harus dilengkapi komponen yang lain seperti :
laterar rod dan stabilisator.
Kerjanya :
Bila roda-roda
belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros
roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan
pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang
berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara
rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan
KOMPONEN
UTAMA SUSPENSI
Sistem suspensi terdiri dari beberapa
komponen. Dan dari komponen – komponen ini , pegas – pegas dan shock absorber
digunakan pada semua sistem suspensi, sedangkan komponen lainnya digunakan pada
model tertentu saja.
1. PEGAS
Pegas berfungsi
-
Menyerap
kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke body
kendaraan secara langsung.
-
Untuk
menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan
,Ada tiga tipe pegas,
yaitu:
1)
Pegas
Koil
Pegas koil (coil
spring) dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral.
Komponen ini
berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan
tidak rata. Penempatannya diantara lower arm dan upperr arm.

2)
Pegas
daun
Pegas daun (leaf spring) dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur
Komponen ini
berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan, pegas jenis
ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil
maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem
suspensi bagian belakang kendaraan.

3)
Pegas
batang torsi
Pegas batang torsi
(torsion bar spring) dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.

2. SHOCK ABSORBER
Komponen ini
berfungsi untuk mengurangi oskilasi yang berlebihan pada pegas bila kendaraan
berjalan dijalan tidak rata.
Apabila pada suspensi hanya terdapat pegas, kendaraan akan cenderung
beroskilasi naik turun pada waktu menerima kejutan dari jalan. Akibatnya
berkendaraan menjadi tidak nyaman . Untuk itu shock absorber dipasang untuk
meredam oskilasi dengan cepat agar memperoleh kenikmatan berkendaraan dan
kemampuan cengkeram ban terhadap jalan.

1)
Cara
Kerja
Di dalam shock
absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber .
Pada shock absorber tipe ini, gaya redamnya dihasilkan oleh adanya tahanan
aliran minyak karena orifice ( lubang kecil ) pada waktu piston bergerak.

2)
Tipe
shock Absorber :
Shock
absorber dapat digolongkan menurut cara kerjanya, kontruksi, dan medium
kerjanya.
a.
Menurut
Cara Kerjanya
-
Shock
absorber kerja tunggal ( single action )
Efek meredam hanya
terjadi pada waktu shock absorber berekspansi. Sebaliknya pada waktu kompresi tidak
terjadi efek meredam

-
Shock
absorber kerja ganda ( Multiple action )
Baik saat ekspansi maupun kompresi selalu bekerja meredam. Pada umumnya
kendaraan sekarang menggunakan tipe ini.

b.
Penggolongan Menurut Konstruksi
-
Shock absorber tipe twin
tube
Di dalam shock absorber tipe ini terdapat pressure tube dan outer tube yang
membatasi working chamber (silinder dalam) dan reservoir chamber ( silinder
luar ).

-
Shock
absorber tipe mono tube
Di dalam shock absorber hanya terdapat satu silinder (
atau tanpa reservoir).

c.
Penggolongan Menurut
Medium Kerjanya
-
Shock absorber tipe
hidraulis
Di dalamnya hanya terdapat minyak shock absorber sebagai medium
kerja
-
Shock absorber berisi
gas
Ini adalah absorber hidraulisis yang diisi dengan gas. Gas yang biasanya digunakan adalah nitrogen, yang
dijaga pada temperatur rendah 10-15 kg/cm² atau temperatur tinggi 20-30 kg/cm².

3. Ball Joint
Ball joint menerima beban vertikal maupun lateral.
Komponen ini berfungsi
sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membelok.
Pemasangannya antara
lower arm dengan steering knuckle dan upper arm dengan steering knuckle.

a.
Pelumas Ball Joint
Di bagian dalam ball
joint terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan . Pada setiap
interval tertentu gemuk harus diganti dengan tipe molibdenum disulfide lithium
base.

|
|||
|
|||
Tipe ball join yang
menggunakan dudukan dari resin, tidak diperlukan penggantian gemuk.
4. STABILIZER BAR
|

Bila roda kanan dan
kiri bergerak ke atas dan ke bawah secara bersamaan dengan arah dan jarak yang
sama, stabilizer ban harus bebas dari puntiran.

Umumnya pada saat
kendaraan membelok, pegas rod bagian luar (outer spring ) tertekan dan pegas
roda bagian dalam ( inner ) mengembang . Akibatnya stabilizer bar akan
terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan ke atas dan ujung lainnya
bergerak ke bawah. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap puntiran.
Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurangi body roll dan memelihara
body dalam batas kemiringan yang aman

5. STRUT BAR
Komponen ini
berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat
menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya
pengereman, atau saat pemindaan tenaga dari motor, strut bar berupa batangan
baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan
Seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini, salah satu ujung strut bar
dipasang pada lower suspension arm dan ujung lainnya diikat ke bracket strut
bar yang diikatkan ke body atau cross member melalui bantalan karet. Strut bar
berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada
saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atau dorongan akibat
terjadinya pengereman.

6. LATERAL CONTROL ROD
Lateral control rod
dipasang diantara axle dan body kendaraan. Fungsinya untuk menahan axle pada
posisinya terhadap beban dari samping.

7. BUMPER
Pada saat kendaraan melalui jalan yang berlubang atau tonjolan besar pegas
coil mengerut dan mengembang secara berlebihan, hal ini menyebabkan kerusakan
komponen lain. Untuk itu dipasangkan bumper atas dan bawah, bumper atas disebut
rebounding bumper sedangkan bumper bawah disebut bounding bumper.
Fungsi bumper adalah sebagai pelindung frame, axle, shock absorber dan
lain-lain yang bekerja pada saat pegas coil mengerut dan mengembang diluar
batas dengan cara membatasi
ayunan pegas yang berlebihan sehingga tidak terjadi tumbukan antara poros roda
dengan frame/kerangka kendaraan

8. Upper Arm dan Lower Arm
Komponen ini
berfungsi untuk menyangga pegas coil, pemasangan knuckle kemudi dan memelihara
letak geometris body dan roda-roda.
9. Knuckle Kemudi
Komponen ini
berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda, sehingga memungkinkan
kendaraan membelok kekanan dan kekiri.
10. Baut “U”
Komponen ini
berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda
belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan
dari permukaan jalan
11. Ayunan Pegas
Komponen ini
berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima
kejutan dari jalan. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan
12. Bushing Karet
Komponen ini
berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame
bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan
13. OSKILASI BODI
1)
Pitching
|

2)
Rolling
|

3)
Bounching
|

4)
Yawing
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar