Selasa, 08 Januari 2019

SUSPENSI


MATERI SUSPENSI

Download

1.    Uraian materi  
Kenyamanan berkendaraan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan oleh pengendara maupun penumpang. Namun demikian, kendaraan akan selalu mengalami getaran atau goncangan yang disebabkan oleh mesin itu sendiri atau karena kondisi jalan yang tidak rata. Untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan sistem suspensi.
Apabila salah satu komponen system suspensi mengalami gangguan, maka akan terjadi hal yang tidak diharapkan. Sehingga kenyamanan pengendaraan tidak akan dapat dicapai.
Sistem suspensi menghubungkan axle dan body dan mencegah penyaluran getaran dan impact secara langsung dari permukaan jalan ke kendaraan swlama beroperasi, sehingga mencegah kerusakan terhadap body dan cargo, dan juga membantu menyamankan pengendaraan.
Sistem suspensi berperan meneruskan gaya gerak dari roda – roda penggerak  atau daya pengereman ke masing – masing roda atau gaya centrifugal, dan sebagainya, pada belokan , ke body , an menstabilkan kondisi perjalanan terhadap keadaan permukaan jalan yang beragam.
Sistem suspensi terletak diantara kendaraan dan roda – roda , dan dirancang untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan sehingga menambah kenikmatan dan stabilitas berkendaraan serta memperbaiki kemampuan  cengkram roda terhadap jalan. Suspensi terdiri dari pegas , shock arbsorber , stabilizer dan sebagainya . Pada umumnya suspensi dapat digolongkan menjadi suspensi tipe rigrid  ( rigrid axle suspension ) dan tipe bebas ( independent suspension ).
Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda – roda dan berfungsi sebagai beerikut :
-      Selama berjalan , kendaraan secara bersama – sama dengan roda , menyerap getaran , oskilasi dan kejutan dari permukaan jalan , hal ini untuk melindungi penampung dan barang agar aman , serta menambah kenyamanan dan stabilitas
-      Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda – roda
-      Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda- roda.

Persyaratan Suspensi :
a.    Dapat mengurangi  vibrasi dan tumbukan
Dapat melindungi body, penumpang dan muatan
b.    Dapat menyalurkan tenaga dorong dan tenaga pengereman
Dapat menjaga roda agar posisinya benar selaras dengan bodynya seperti ditentukan sebelumnya
c.    Dapat menjaga kemampuan untuk bergerak

Pada umumnya sistem suspensi kendaraan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu :
A.    Suspensi Independen
B.    Suspensi Rigid

A.   SUSPENSI INDEPENDEN
Konstruksi dan kerja jenis ini adalah roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah, sehingga kedua roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan.

KONSTRUKSI INDEPENDEN DEPAN
Ada dua macam konstruksi suspensi independent depan yaitu :
1)    suspensi wishbone
2)    suspensi mac person

Suspensi wishbone
Macam – macam suspensi wishbone
a)    Suspensi wishbone pegas coil
Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upper arm)

Suspensi ini mempunyai sifat :
-       Dengan desain yang kompak dari pegas coil , sangat cocok digunakan untuk sistem suspensi roda depan
-       Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru, sehingga memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti gerakan roda
-       Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru, sehingga memungkinkan knuckle kemudi dapat diarahkan
 
Kerjanya :
Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan)

b)    Suspensi wishbone pegas torsi
Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan.

Suspensi ini mempunyai sifat :
-    Pegas batang torsi (torsion bar) digunakan pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas daun pada suspensi depan
-    Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan , sedangkan ujung depannya dipasangkan pada lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati
-    Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas yang tinggi
 


Kerjanya :
Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan.

Suspense Mac Pherson
Pada suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah (lower arm ) sebagai dudukan komponennya.
Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu :
a.    Suspensi mac pherson lengan “melintang”
Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus , salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan.

Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan ke roda dan mengontrol gerakan samping, lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar ) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan

Kerjanya :
Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka ( frame ). Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka ( frame).
 
.

b.    Suspensi mac person lengan “L”
Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah ( lower arm ) berbentuk “L” yang digunakan pada roda sebagai penggerak ( front wheel drive) dengan engine di depan ( front engine).

Lengan bawah “ L “ mempunyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masing-masing dipasangkan menggunakan bushing karet, dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar).
 

Kerjanya :
Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm “L” mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm “L” dengan rangka (frame) kendaraan.


KONSTRUKSI INDEPENDEN BELAKANG
Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah, sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan.
Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu :
1)    Suspensi mac pherson penggerak roda depan
2)    Suspensi mac pherson penggerak roda belakang

1)    Suspensi mac pherson penggerak roda depan
Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah ( lower arm) dan lengan penopang (strut bar)

Suspensi ini mempunyai sifat :
-       Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan  rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi
-       Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan
 

Kerjanya :
bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame ) kendaraan.

2)    Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi
Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku ( rigid) berbentuk “ U “ yang didalamnya dipasangkan batang tiorsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda.

Suspensi ini mempunyai sifat :
-    Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspense
-    Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body, hingga menghasilkan pengemudian yang stabil
-    Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lengan-lengan suspensi
 


Kerjanya :
Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros, lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan.
Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan.

3)    Suspensi mac pherson penggerak roda belakang
Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah ( lower arm) dan  lengan control atas  (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Suspensi ini juga disebut aksel berayun.

Suspensi ini mempunyai sifat :
-    Poros ( aksel ) roda dibuat terpisah, hingga poros dapat barayun bebas , pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan
-    Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi
-    Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrrol atas dan bawah juga lengan jejak
-    Ujung lengan jejak, lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan
 


Kerjanya :
Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan .
Untuk memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan  (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame).

B.   SUSPENSI RIGID
Konstruksi jenis suspensi rigid
1)    Jenis suspense rigid roda depan
Suspensi jenis ini biasanya dipasangkan pada poros rigit ( kaku) yang terbuat dari baja tempa pejal berbentuk I. Roda sebelah kanan dan kiri dipasangkan pada ujung poros tunggal. Pada bagian tengah poros berfungsi menahan beban kendaraan,sedangkan pada ujung poros berfungsi menahan momen punter karena gaya pengereman.

Bagian ujung poros ini juga dipasangkan knuckle kemudi dengan menggunakan poros king pin .
Ada empat jenis knuckle kemudi yang dipasangkan pada suspensi rigid roda depan yaitu :
a.    Jenis Reverse Eliot

Jenis ini ujung poros sangat sederhana konstruksinya dan mudah untuk pemasangan komponen rem
 


b.    Jenis Eliot

Jenis ini ujung porosnya dibuat  sangat komplek , knuckle kemudi dipasangkan ditengah ujung poros dengan menggunakan poros king pin
 

c.    Jenis Lemoine

Jenis tidak memerlukan poros kingpin, karena knuckle kemudi dipasangkan pada ujung poros bagian atas sehingga poros menjadi tambah tinggi.
 
d.    Jenis Marmon

Jenis ini juga tidak memerlukan poros kingpin kare knuckle kemudi dipasangkan pada bagian bawah ujung poros sehingga daya kekuatannya agak berkurang bila dibandingkan dengan jenis yang lain.
 


Kerjanya :
Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan keporos depan rigit yang berbentuk “ I  “ hingga mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun).
Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun / ayunan pegas daun yang berlebihan maka dipasangkan peredam getaran antara poros depan dengan rangka (frame).


2)    Jenis suspensi rigit roda belakang
Suspensi jenis ini biasanya roda-roda dipasangkan pada satu poros.
Ada dua jenis pegas yang digunakan pada jenis ini yaitu :
a.    Pegas Daun
Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallel antara rangka dengan poros belakang, sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah.
Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun.
Kerjanya :
Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus ( pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas
Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame).

b.    Pegas koil
Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus, tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping.
Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang, harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator.
Kerjanya :
Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan ( konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan





















           
KOMPONEN UTAMA SUSPENSI

Sistem suspensi terdiri dari beberapa komponen. Dan dari komponen – komponen ini , pegas – pegas dan shock absorber digunakan pada semua sistem suspensi, sedangkan komponen lainnya digunakan pada model tertentu saja.

1.    PEGAS
Pegas berfungsi
-      Menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda agar tidak diteruskan ke body kendaraan secara langsung.
-      Untuk menambah kemampuan cengkram ban terhadap permukaan jalan

,Ada tiga tipe pegas, yaitu:
1)    Pegas Koil
Pegas koil (coil spring) dibuat dari batang baja khusus dan berbentuk spiral.
Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata. Penempatannya diantara lower arm dan upperr arm.


2)    Pegas daun
Pegas daun (leaf spring) dibuat dari bilah baja yang bengkok dan lentur
Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan, pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibanding dengan pegas koil maupun pegas torsi oleh karena itu pegas daun banyak digunakan pada sistem suspensi bagian belakang kendaraan.
3)    Pegas batang torsi
Pegas batang torsi (torsion bar spring) dibuat dari batang baja yang elastis terhadap puntiran.





2.    SHOCK ABSORBER
Komponen ini berfungsi untuk mengurangi oskilasi yang berlebihan pada pegas bila kendaraan berjalan dijalan tidak rata.
Apabila pada suspensi hanya terdapat pegas, kendaraan akan cenderung beroskilasi naik turun pada waktu menerima kejutan dari jalan. Akibatnya berkendaraan menjadi tidak nyaman . Untuk itu shock absorber dipasang untuk meredam oskilasi dengan cepat agar memperoleh kenikmatan berkendaraan dan kemampuan cengkeram ban terhadap jalan.
 
1)    Cara Kerja
Di dalam shock absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber . Pada shock absorber tipe ini, gaya redamnya dihasilkan oleh adanya tahanan aliran minyak karena orifice ( lubang kecil ) pada waktu piston bergerak.
 

2)    Tipe shock Absorber :
Shock absorber dapat digolongkan menurut cara kerjanya, kontruksi, dan medium kerjanya.
a.    Menurut Cara Kerjanya
-      Shock absorber kerja tunggal ( single action )
Efek meredam hanya terjadi pada waktu shock absorber berekspansi.    Sebaliknya pada waktu kompresi tidak terjadi efek meredam

-      Shock absorber kerja ganda ( Multiple action )
Baik saat ekspansi maupun kompresi selalu bekerja meredam. Pada umumnya kendaraan sekarang menggunakan tipe ini.

b.    Penggolongan Menurut Konstruksi
-      Shock absorber tipe twin tube
Di dalam shock absorber tipe ini terdapat pressure tube dan outer tube yang membatasi working chamber (silinder dalam) dan reservoir chamber ( silinder luar ).
-      Shock absorber tipe mono tube
Di dalam  shock absorber hanya terdapat satu silinder ( atau tanpa  reservoir).
c.    Penggolongan Menurut Medium Kerjanya
-      Shock absorber tipe hidraulis
Di dalamnya hanya terdapat minyak shock absorber sebagai  medium  kerja

-      Shock absorber berisi gas
Ini adalah absorber hidraulisis yang diisi dengan gas. Gas yang   biasanya digunakan adalah nitrogen, yang dijaga pada temperatur rendah 10-15 kg/cm² atau temperatur tinggi 20-30 kg/cm².

3.    Ball Joint
Ball joint menerima beban vertikal maupun lateral.
Komponen ini berfungsi sebagai sumbu roda-roda saat kendaraan membelok.
Pemasangannya antara lower arm dengan steering knuckle dan upper arm dengan steering knuckle.

a.    Pelumas Ball Joint
Di bagian dalam ball joint terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan . Pada setiap interval tertentu gemuk harus diganti dengan tipe molibdenum disulfide lithium base.
 

Tipe penggantian gemuk
 

Tipe tanpa penggantian gemuk
 
 


Tipe ball join yang menggunakan dudukan dari resin, tidak diperlukan penggantian gemuk.

4.    STABILIZER BAR

Stabilizer bar  berfungsi
-       untuk mengurangi terjadinya kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal pada saat membelok atau saat lurus mengurangi tenaga guling.
-       Disamping itu untuk meningkatkan traksi ban.

Stabilizer ini di pasangkan pada lower arm kiri dan kanan, bagian tengahnya diikatkan pada frame / body kendaraan, sehingga beban yang diterima komponen ini saat kendaraan membelok adalah beban puntiran.

Untuk suspensi depan , stabilizer biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan karet dan linkage. Pada bagian tengah di ikat ke frame atau body pada dua tempat melalui bushing.
 
Bila roda kanan dan kiri bergerak ke atas dan ke bawah secara bersamaan dengan arah dan jarak yang sama, stabilizer ban harus bebas dari puntiran.
Umumnya pada saat kendaraan membelok, pegas rod bagian luar (outer spring ) tertekan dan pegas roda bagian dalam ( inner ) mengembang . Akibatnya stabilizer bar akan terpuntir karena salah satu ujungnya tertekan ke atas dan ujung lainnya bergerak ke bawah. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap puntiran. Tahanan terhadap puntiran ini berfungsi mengurangi body roll dan memelihara body dalam batas kemiringan yang aman







5.    STRUT BAR
Komponen ini berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan maupun dorongan akibat terjadinya pengereman, atau saat pemindaan tenaga dari motor, strut bar berupa batangan baja yang dipasang pada lower arm dan frame kendaraan
Seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini, salah satu ujung strut bar dipasang pada lower suspension arm dan ujung lainnya diikat ke bracket strut bar yang diikatkan ke body atau cross member melalui bantalan karet. Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atau dorongan akibat terjadinya pengereman.


6.    LATERAL CONTROL ROD
Lateral control rod dipasang diantara axle dan body kendaraan. Fungsinya untuk menahan axle pada posisinya terhadap beban dari samping.

7.    BUMPER
Pada saat kendaraan melalui jalan yang berlubang atau tonjolan besar pegas coil mengerut dan mengembang secara berlebihan, hal ini menyebabkan kerusakan komponen lain. Untuk itu dipasangkan bumper atas dan bawah, bumper atas disebut rebounding bumper sedangkan bumper bawah disebut bounding bumper.

Fungsi bumper adalah sebagai pelindung frame, axle, shock absorber dan lain-lain yang bekerja pada saat pegas coil mengerut dan mengembang diluar batas dengan cara membatasi ayunan pegas yang berlebihan sehingga tidak terjadi tumbukan antara poros roda dengan frame/kerangka kendaraan
 

8.    Upper Arm dan Lower Arm
Komponen ini berfungsi untuk menyangga pegas coil, pemasangan knuckle kemudi dan memelihara letak geometris body dan roda-roda.

9.    Knuckle Kemudi
Komponen ini berfungsi untuk pemasangan roda-roda depan / sumbu roda, sehingga memungkinkan kendaraan membelok kekanan dan kekiri.

10.  Baut “U”
Komponen ini berfungsi untuk mengikat tumpukan/ susunan pegas daun dengan poros roda belakang dengan kuat agar tidak terjadi pergeseran bila roda menerima kejutaan dari permukaan jalan

11.  Ayunan Pegas
Komponen ini berfungsi untuk memungkinkan pegas memanjang dan memendek bila roda menerima kejutan dari jalan. Pemasangannya diantara pegas dan frame (kerangka) kendaraan

12.  Bushing Karet
Komponen ini berfungsi untuk meredan suara hubungan antara ayunan pegas daun dengan frame bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan


13.  OSKILASI BODI
1)   

Pitching adalah gerakan atau bergoyang bagian depan dan belakang kendaraan keatas dan kebawah terhadap titik pusat gravitasi kendaraan.
Gejala ini terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau lubang. Selain itu pitching mudah terjadi pada kendaraan yang pegasnya lemah.
 
Pitching
2)   

Bila kendaraan membelok atau melalui tonjolan jalan, maka pada satu sisi kendaraan mengembang dan pegas pada sisi yang lainnya mengerut.
Keadaan ini mengakibatkan bodi rolling pada arah samping (sisi ke sisi).
 
Rolling

3)   

Bounching adalah gerakan naik turun body kendaraan secara keseluruhan.
Gejala ini mungkin terjadi pada kecepatan kendaraan tinggi dan pada jalan bergelombang, bisa juga terjadi bila suspense lemah.
 
Bounching

4)   

Yawing adalah gerakan body kendaraan mengarah memanjang kekanan dan kekiri terhadap titik berat kendaraan. Yawing kemungkinan terjadi pada jalan yang menyebabkan pitching.
 
Yawing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar