Kamis, 10 Oktober 2019

MATERI SISTEM PENGAPIAN


KEGIATAN PEMBELAJARAN :
PERAWATAN BERKALA SISTEM PENGAPIAN

            URAIAN MATERI [Download]
1.       Cara kerja system pengapian baterai
Pada saat   mesin atau motor hidup, poros engkol dan poros kam distributor berputar yang mengakibatkan kam distributor tidak menekan tumit ebonit platina  sehingga platina menutup  dan  selanjutnya  kam  distributor menekan tumit ebonit platina sehingga platina membuka. Peristiwa tersebut akan berulang-ulang selama mesin/motor hidup.

a.       Saat kunci kontak ON dan platina menutup
Saat  kunci  kontak  (ON)  dan  platina  menutup  (kam  pada  poros distributor tidak menekan tumit ebonit platina), maka terjadi rangkaian tertutup pada sirkuit/rangkaian primer, sehingga arus akan mengalir mulai  dari plus baterai kunci kontak kumparan primer koil platina massa.

Dengan mengalirnya arus primer, maka terjadi pembentukan medan magnet pada inti koil (yang sebelumnya tidak ada medan magnet). Akibat perubahan medan magnet tersebut (dari tidak ada menjadi ada magnet), maka terjadi tegangan induksi diri pada rangkaian primer dan tegangan induksi pada rangkaian sekunder. Oleh karena tegangan induksi pada rangkaian sekunder rendah, maka tidak terjadi loncatan bunga api pada busi.

b.      Saat kunci kontak ON dan platina membuka
Kunci kontak masih tetap On, mesin/motor tetap berputar, dan demikian juga kam poros distributor berputar, selanjutnya kam menekan tumit ebonit platina sehingga platina membuka. Dengan membukanya platina, maka aliran arus primer terputus (dari kondisi sebelumnya arus mengalir/ platina menutup), sehingga terjadi perubahan medan magnet atau  medan magnet  jatuh karena adanya perubahan  dari ada  magnet (saat platina tertutup) menjadi tidak ada magnet (saat platina terbuka).
Dengan terjadinya perubahan medan magnet yang cepat dan sesaat pada koil tersebut, maka akan timbul tegangan induksi diri sesaat pada rangkaian primer sekitar 400 Volt dan timbul tegangan induksi yang tinggi sesaat pada rangkaian sekunder sekitar 5.000 s.d 25.000 Volt. Tegangan induksi diri pada rangkaian primer akan terserap oleh kondensator dan tegangan induksi yang tinggi pada sirkuit sekunder akan menghasilkan loncatan bunga api di antara elektroda busi. Jadi loncatan bunga api listrik sesaat pada celah  elektroda  busi  terjadi  saat platina  mulai membuka.
2.       Platina
Platina berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran arus primer agar terjadi induksi tegangan tinggi pada sirkuit sekunder.
Nama Komponen :
1.
Kam distributor
6.
Sekrup pengikat
2.
Kontak tetap ( wolfram )
7.
Tumit ebonit
3.
Kontak lepas ( wolfram )
8.
Kabel ( dari koil )
4.
Pegas platina
9.
Alur penyetel celah
5.
Lengan platina



a.       Sudut Pengapian
Sudut putar kam distributor mulai dari saat platina membuka (A) sampai platina mulai membuka pada tonjolan kam berikutnya (C).
Sudut Pengapian = 360/Z ; Z = Jumlah silinder
Untuk motor 4 silinder :
A = 360/4 = 90 derajat


b.      Sudut Dwell atau sudut tutup
A – B = Sudut buka platina; B C = Sudut tutup platina. Sudut tutup platina (k.p) dinamakan sudut dwell.







Kesimpulan :
Sudut dwell atau sudut tutup adalah sudut putar kam distributor mulai dari saat platina mulai menutup (B) sampai dengan platina mulai membuka (C) pada tonjolan kam berikutnya, dalam satuan derajat poros kam (o p.k).

c.       Hubungan Sudut Dwell Dengan Celah Platina
Jika celah platina kecil, maka : sudut buka kecil () dan sudut Dwell besar ( )
Jika celah platina besar, maka : sudut buka besar () dan sudut Dwell kecil ( )

d.      Besar Sudut Dwell dan Kemampuan Pengapian
Kemampuan pengapian ditentukan oleh kuat arus primer. Untuk mencapai arus primer maksimum, diperlukan waktu pemutusan platina yang cukup, dan hal itu sangat ditentukan oleh waktu menutup platina yang cukup.
1)      Sudut dwell terlalu kecil
Dengan  sudut  dwell  terlalu  kecil,  maka  waktu  penutupan  platina pendek, akibatnya arus primer tidak mencapai maksimum yang seharusnya dan kemampuan pengapian menjadi kurang (bunga api pada busi lemah).

2)      Sudut dwell terlalu besar
Text Box:
 







Dengan sudut dwel terlalu besar, maka waktu penutupan platina lama, akibatnya arus primer dapat mencapai maksimum yang seharusnya dan kemampuan pengapian menjadi baik (bunga api pada busi kuat).
Kelemahannya  karena  waktu  mengalir  arus  terlalu  lama,  maka  platina menjadi panas dan platina cepat aus.

3.       Kondensator
Pada sistem pengapian, kondensator dihubungkan secara paralel dengan platina.
 











a.       Cara Kerja
Pada saat platina mulai membuka, arus induksi diri yang terjadi diserap oleh kondensator, akibatnya :
1)      Tidak terjadi loncatan bunga api pada platina.
2)      Arus primer hilang dengan cepat, maka medan magnet jatuh dengan cepat.
3)      Perubahan medan magnet yang cepat mengakibatkan tegangan induksi pada sirkuit sekunder tinggi, sehingga bunga api pada busi kuat.
Text Box: IsolatorText Box:  Kondensator terdiri dari dua plat penghantar yang terpisah oleh foli isolator. Jika kedua plat bersinggungan dengan tegangan listrik, maka plat negatif akan terisi elektron-elektron.

Text Box: Plat Penghantar
 






Gambar : Pengisian Kondensator
Jika sumber tegangan/baterai dilepas, elektron-elektron masih tetap tersimpan pada plat kondensator, berarti  ada penyimpanan muatan listrik.
Gambar Penyimpanan Muatan listrik
Jika kedua penghantar yang berisi muatan listrik tersebut dihubungkan, maka akan  terjadi  penyeimbangan  arus,  lampu  akan  menyala  sesaat  lalu  padam karena arus sudah seimbang.





Gambar Pengosongan Kondensator
b.      Kondensator pada Sistem Pengapian
Pada sistem pengapian konvensional pada kendaraan, umumnya menggunakan kondensator model gulung.

Nama Komponen :
1.
Dua foli aluminium

2.
Dua foli isolator

3.
Rumah sambungan massa

4.
Kabel sambungan positif



4.       Busi

Nama Komponen :
1.
Terminal
7.  Elektrode massa (paduan nikel)
2.
Rumah busi
8.  Cincin perapat
3.
Isolator
9.  Celah elektrode
4.
Elektrode ( paduan nikel )
10. Baut sambungan
5.
Perintang rambatan arus
11. Cincin perapat
6.
Rongga pemanas
12. Penghantar


a.       Nilai Panas
Nilai panas busi adalah suatu indeks yang menunjukkan jumlah panas yang dapat dipindahkan oleh busi.
Kemampuan busi menyerap panas dari pembakaran dan memindahkan panas ke air pendingin yang ada pada rongga-rongga kepala silinder tergantung pada bentuk kaki isolator / luas permukaan isolator busi.
Busi yang dipasang pada motor / engine nilai panasnya harus sesuai dengan kondisi kerja / operasi mesin.


a)    Busi Panas
Luas permukaan kaki isolator besar, sehingga banyak menyerap panas. Lintasan pemindahan panas pada daerah kaki isolator panjang, akibatnya pemindahan panas lambat.
b)    Busi Dingin
Luas permukaan kaki isolator kecil, sehingga sedikit menyerap panas. Lintasan pemindahan panas pada  pada daerah kaki isolator  pendek,  akibatnya  cepat memindahkan panas.
Text Box: Busi dinginText Box: Busi panas


b.      Kondisi Muka Busi
Kondisi muka busi dapat menunjukkan kondisi operasi mesin dan keadaan busi, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Text Box:   







1.    Normal
Isolator berwarna kuning atau coklat muda. Puncak isolator  bersih,  permukaan  rumah  isolator  kotor berwarna coklat muda atau abu abu , artinya :
·      Kondisi kerja mesin baik
·      Pemakaian busi dengan nilai panas yang tepat


Text Box:







2.    Terbakar
Elektroda terbakar,  pada permukaan kaki isolator  ada partikel-partikel kecil mengkilat yang menempel.
Isolator berwarna putih atau kuning
Penyebab :
·      Nilai oktan bensin terlalu rendah
·      Campuran terlalu kurus, knoking ( detonasi )
·      Saat pengapian terlalu awal
·      Tipe busi yang terlalu panas
Text Box:







3.    Berkerak karena oli
Kaki isolator dan elektroda sangat kotor. Warna kotoran coklat.
Penyebab :
·      Cincin torak aus / oli bocor
·      Penghantar katup aus / oli bocor
·      Pengisapan oli melalui sistem ventilasi karter


Text Box:







4.    Berkerak karbon / jelaga
Kaki isolator, elektroda-elektroda, rumah busi berkerak jelaga.
Penyebab :
·      Campuran bahan baker udara terlalu kaya
·      Tipe busi yang terlalu dingin

Text Box:








5.    Isolator retak
Bunga api dapat meloncat dari isolator langsung ke massa, akibatnya bunga api diantara celah busi lemah atau tidak ada.
Penyebab :
·         Jatuh
·         Kelemahan bahan








































Tidak ada komentar:

Posting Komentar