KEGIATAN BELAJAR
Pemeriksaan Sistem Starter pada Mobil
TUJUAN PELAJARAN
Peserta
Belajar Dapat
-
Mengetes sistem starter pada mobil
-
Melepas dan memasang starter pada mobil
|
ALAT - ALAT :
·
Kotak alat
·
Voltmeter
·
Ampermeter 0 - 30 V
·
Ohmeter
·
Hidrometer
|
BAHAN :
·
Mobil atau engine stand
·
Starter
·
Kabel penghubung
|
WAKTU :
·
Instruksi : 3 jam
·
Latihan : 8 jam
|
KESELAMATAN KERJA
·
Jangan start mesin selama masih ada
orang yang bekerja di bawah mobil. Kopling selalu harus ditekan
TERJADI GANGGUAN PADA STARTER

Langkah kerja :
·
Tes pada mobil
![]() |
![]()
·
Periksa kondisi baterai dengan
hidrometer
·
Bila baterai kosong ®
isi baterai dengan alat pengisi baterai.
·
Bila baterai terisi di atas 70% ®
lanjutkan tes 2
|
![]() ![]() |
·
Periksa hubungan pada klem - klem
kabel baterai Bila hubungan klem - klem baterai kurang baik (kotor, kendor
atau korosi) ®
perbaiki
|
![]() |
·
Matikan sistem pengapian dengan
melepas kabel pada terminal 1 (-) pada koil pengapian
·
Ukur tegangan antara terminal-terminal
baterai saat di start
|
![]() |
·
Bila tegangan terukur kurang dari 10
volt ®
isi atau ganti baterai
·
Bila tegangan terukur diatas 10 Volt ®lanjutkan
tes 4
|
![]() |
·
Ukur tegangan pada terminal “50” saat
mesin di-start
|
![]() |
-
Jika tegangan terukur minimal 10 volt
®
lanjutkan tes 5
-
Jika tegangan terukur kurang dari 10
volt ®
periksa rugi tegangan dari kunci kontak ke solenoid
|
|||
![]() |
-
Ukur tegangan terminal utama starter
saat di “ start”
-
Jika selisih tegangan terukur antara
tes 3 dan tes 5 kurang dari 0,5 volt ® pengabelan sistem starter baik
-
Jika selisih tegangan terukur antara
tes 3 dan tes 5 lebih besar dari 0,5 volt ® lanjutkan tes 6
|
|||
![]() |
-
Ukur rugi tegangan pada penghantar
antara terminal positif baterai dengan terminal utama motor starter saat di
“start”
|
![]() |
-
Jika tegangan terukur tetap “Nol”
berarti baik®
lanjutkan tes 7
-
Jika
tegangan terukur lebih besar 0,5 volt ® periksa hubungan dari baterai,
solenoid dan starter
|
![]() |
-
Ukur rugi tegangan antara terminal 30
dan terminal utama pada solenoid saat starter bekerja.
|
![]() |
-
Jika tegangan terukur tetap “Nol” ®
lanjutkan tes 8.
-
Jika tegangan terukur lebih besar
dari 0,25 volt®
solenoid diperbaiki atau diganti.
|
![]() |
-
Ukur rugi tegangan pada penghantar
negatif antara terminal negatif
baterai dengan bodi starter saat di start
|
![]() |
-
Jika tegangan terukur “nol rangkaian massa baik.
Jika tegangan terukur lebih dari 0,25 volt perbaiki hubungan massa dari
baterai ke bodi dan mesin.
|
![]() |
-
Ukur arus utama dan tegangan saat
mesin di “start” (tes hubung singkat).
-
Pengukuran arus utama dan tegangan
saat mesin di start dengan gigi percepatan tiga dan rem tangan di tarik, rem
kaki di tekan.
-
Bandingkan hasil pengukuran tersebut
dengan buku manual.
-
Tes hubung singkat ini hanya di
lakukan maxsimal 5 detik.
|
Melepas dan memasang motor starter.
-
Lepas klem negatif baterai
-
Lepas klem 30 dan 50 pada selenoid
-
Lepas motor starter dari dudukannya
dengan melepas baut mur pengikatnya
-
Mengontrol kondisi gigi roda gaya
-
Jika bantalan terakhir starter terdapat
dalam rumah kopling, perlu diberi sedikit vet sewaktu memasang kembali
-
Memasang kembali dengan urutan
kebalikan dari pelepasan
KEGIATAN BELAJAR
Pembongkaran dan Perakitan Starter
TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN :
Peserta belajar di harapkan
dapat :
1.
Membongkar motor starter pada meja
kerja
2.
Membersihkan komponen-komponen motor
starter
3.
Merakit kembali komponen-komponen motor
starter
|
ALAT :
|
BAHAN :
|
WAKTU :
|
|
-
Kotak alat
-
Obeng ketuk
-
Palu besi
-
Kotak Plastik
|
-
Motor starter bermacam-macam merk
-
Vet
-
Oli
-
Kain lap
-
Bensin
|
-
Instruksi : 1 jam
-
Latihan : 4 jam
|
LANGKAH KERJA
1.
Pembongkaran
-
Jepit starter pada ragum
![]() |
-
Buka mur pengikat klem kabel utama ke
motor starter
-
Lepas baut-mur pemegang solenoid
|
|||
![]() ![]() |
–
Lepas solenoid dari motor starter
Goyang-goyangkan solenoid supaya plunyernya terlepas dari
tuas penggerak
|
|||
![]() ![]() |
-
. Buka tutup bantalan
-
Dengan lidah pengukur (fluler)
periksa celah samping poros anker antara plat pengunci dan ujung kerangka
(rumah starter).
-
Bandingkan hasil pengukuran dengan
buku petunjuk
Limit celah aksial : 1,0 mm
|
|||
![]() ![]() |
-
Buka plat pengunci, pegas dan
ring/karet
-
Buka dua baut panjang dan keluarkan
kerangka ujung komutator
|
![]() ![]() ![]() |
-
Dengan sepotong kawat baja lepas
pegas-pegas sikat dan lepas sikat-sikat dari pemegangnya
|
![]() |
–
Lepaskan pemegang sikat dari anker
|
![]() ![]() |
–
Buka kerangka kumparan medan dari
rumah penggerak pinion
|
![]() ![]() ![]() ![]() |
–
Buka tuas penggerak dari rumah
penggerak pinion
–
Lepaskan anker dari rumah penggerak
–
Dengan alat khusus keluarkan cincin
penyetop dari ring pengunci
–
Lepaskan ring pengunci
–
Keluarkan pinion beserta kopling
jalan bebas dan poros anker
|


2.
Membersihkan komponen-komponen
-
Bersihkan pinion beserta kopling jalan
bebas ---®
tanpa dicuci
-
Bersihkan dengan bensin
komponen-komponen lainnya --®
jangan sampai basah.
-
Keringkan komponen yang dicuci --®
ring-ring jangan sampai hilang
Pemeriksaan
komponen dilaksanakan dengan melihat petunjuk pada halaman berikutnya.
3.
Perakitan
![]() |
-
Tempatkan pinion pada poros anker.
-
Tempatkan cincin penyetop pada poros anker
-
Pasang ring pengunci
|
||||||||||||
![]() |
-
Dengan ragum tekan ring pengunci
periksa bahwa ring pengunci terpasang dengan benar
|
||||||||||||
![]() ![]() |
-
Dengan obeng, pukul pinion dalam
usaha memasukkan cincin penyetop ke dalam ring pengunci
|
||||||||||||
![]() |
-
Pasang tuas penggerak pinion pada
rumah penggerak
-
Pasang anker beserta pinion pada
rumah penggerak
-
Pasang kerangka kumparan medan pada
anker
|
|||||||||||||||||||||||
![]() |
-
Tempatkan pemegang sikat di atas
poros anker
-
Dengan sepotong kawat baja pegang
pegas sikat serta pasang sikat pada pemegang sikat
|
|||||||||||||||||||||||
![]() |
-
Pasang kerangka ujung pada poros
anker dan pasang 2 baut panjang.
-
Pasang karet, pegas dan plat
pengunci.
-
Ukur celah samping anker antara plat
pengunci dan kerangka ujung
Limit celah aksial : 1,0 mm
-
Pasang tutup bantalan dengan dua
sekrup.
|
|||||||||||||||||||||||
![]() ![]() |
-
Kaitkan solenoid pada tuas penggerak
Pasang baut / mur pengikat solenoid.
-
Pasang klem kabel utama ke motor
starter
|
|||||||||||||||||||||||
PETUNJUK
Skema vet
Bagian-bagian
yang diberi oli atau vet
Penjelasan
1
= Berarti diberi gemuk tipis dioles
gemuk sedikit sekali asal
merata
dan terbentuk lapisan film
2
= Berarti diberi gemuk ringan diberi
gemuk cukup dan tidak berlebihan
Tebal
lapisan vet ±
0,1 mm
3.=
Berarti diberi gemuk tebal diberi
gemuk banyak. Tebal lapisan ±
0,5
-1 mm
4.=.
Berarti diberi oli ringan diberi
gemuk oli sedikit asal merata
dan
terbentuk lapisan film

KEGIATAN BELAJAR
Mengetes Anker dan Kumparan Medan
Tujuan Pembelajaran :
Peserta
belajar di harapkan dapat :
1.
Mengetes anker dengan alat tes 110 volt
AC - Ohmmeter - Pipser
2.
Mengetes anker dengan growler
3.
Menentukan kndisi komutator,
sikat-sikat beserta pemegangnya dan kopling jalan bebas
4.
Mengetes kumparan medan dengan alat tes
110 volt AC - Ohmmeter - Pipser
|
ALAT :
-
Ohmmeter - Pipser
-
Tester 110 volt AC
-
Growler
-
Mikrometer - Mistar sorong
-
Timbangan tarik
-
Dial indikator
|
BAHAN :
-
Motor starter
-
Kertas gosok
|
WAKTU :
-
Instruksi : 1 1/2 jam
-
Latihan : 2
½ jam
|
KESELAMATAN
KERJA :
A. Mengetes
gulungan anker
1.
Dengan alat tes 110 volt - Ohmmeter -
Pipser
![]() |
Periksa gulungan anker terhadap
hubungan singkat dengan massa
Jika
ada hubungan singkat dengan massa anker diganti / diperbaiki
|
![]() |
-
Periksa hubungan segmen-segmen
komutator terhadap kemungkinan putus pada kumparan.
-
Jika
jarum ohmmeter tidak bergerak berarti kumparan putus.
Materi selengkapnya dapat diunduh di link Download
|




















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar